Posts

Mencintai Academia Women? Hubungan Lolos Etik Tapi Gagal Quality Time

Image
Salah satu konsekuensi yang nyaris tak tertulis namun wajib diterima adalah kehadiran untuk terus bersabar. Mencintai seorang academia woman tidak cukup bermodal keseriusan, ia juga menuntut ketenangan yang serius, sebuah paradoks yang nyata. Mengapa demikian? karena sangat mungkin kamu bukan pusat semesta. Ada riset yang belum selesai, konferensi yang menunggu deadline, jurnal yang meminta revisi ke-3, essay yang "tinggal sedikit lagi" sejak tiga minggu lalu. Ini bukan soal kamu yang kurang penting, melainkan karena bagi sebagian akademisi, knowledge never sleeps . Cara mereka berpikir, memproses informasi, dan mempertanyakan hal-hal kecil hingga ekistensial hampir selalu berbasis metode, bahkan ketika sedang jatuh cinta. Singkatnya, kamu tidak sedang bersaing dengan manusia lain, tapi dengan epistemologi dan sayangnya epistemologi jarang mau kompromi. Perempuan-perempuan itu terbiasa hidup dalam kesibukan yang menjanjikan, sebagian karena tuntutan struktural, sebagian lagi...

Pro-Player Bernama Logika di Ruang Pikir Perempuan

Image
My beloved sisters - Ms Ika, Ms Dila, Ms Yeni Usai membaca pemberitaan mengenai teror yang dialami oleh Kak Sherly, refleksi awal yang muncul secara spontan adalah; "Ah, ini sangat Indonesia." Bukan dalam pengertian eksotis yang membanggakan, melainkan dalam pola kultural yang sayangnya cukup konsisten, hehehe. Alih-alih mengedepankan dialog, klarifikasi, atau mekanisme penyelsaian yang beradab, sebagian respons sosial justru memilih jalur paling ekonomis secara intelektual; teror. Sebuah praktik dengan biaya nalar rendah namun dampak psikologis tinggi. Lagi-lagi, sasaran semacam ini kembali jatuh pada perempuan. Seolah-olah terdapat algoritma sosial tak tertulis yang secara otomatis mengaitkan perempuan vokal dengan ancaman yang perlu "ditenangkan", bukan dipahami. Padahal; yang disampaikan adalah opini, fakta, atau sekadar keberadaan yang tampaknya sudah cukup memicu kepanikan kolektif. Hey! teror bukanlah refleksi kekuatan, melainkan indikator keterbatasan. Ia m...

Oops, I’m a Mom! One Month with My BCA Girls

Image
I'm gonna start this work with Franz Kafka quotes "By believing passionately in something that still does not exist, we create it. The nonexistent is whatever we have not sufficiently desired". Hi, my sweetheart: Bilita, Chloe, and Airin. Thank you so much for calling me "Mom" during our one-month program. You have no idea how happy it made me feel. The way you cared for me, with your warmth and affection, truly touched my heart. Though, you are still so young and full of sweetness, you have already carved a special place in my heart that I'll always cherish. My little baby  Sometimes I ask myself, "Do I really look like a mother?" Maybe not yet, but one day, I will be and when that time comes, I will remember the three of you, who first made me feel what it's like to be one. So, my first child, Bilita ; the sunshine who spreads happiness wherever she goes, a beautiful girl whose lips are never far from kind words, whose heart glows with gentle...

A3H-DM: The Scientific Chaos Club! YSEALI UM Fellows 2025

Image
For me learning is not about showing, but it can be more than that, it's absorbing. As an English student, I'm still learning the language myself. For me, English just not about a language; it has so many rules. When we look deeper, linguistics can be really complicated. Everytime, I come to the class, I ask myself "Zara are you ready to observe?".  I also take some time to observe my classmates' skills, which really helps me understand their learning strategies. Sometimes, I like to ask what might sound like "silly" questions. I remember once having a conversation with Addy in Pacific Ocean, Missoula. I asked, "Addy, can be rockets be recycled too?" and we both laughed. But honestly, I'm just curious person. Since, I don't know much about those things, asking questions to friends like Addy, Adibah, Andine, Homin, Dalen, or May helped me learn a lot in different ways. Welcome! A3H-DM Group! Every time I come to Adibah with a question a...

The Streets of Louisiana and You, My First Child

Image
Dalam perjalanan panjang yang menuntut banyak hal, keyakinanmu kepadaNya akan menjadi petunjuk yang paling berkilau, Kak. Semua harapan itu dengan kesanggapanmu hanya pantas diserahkan kepada Allah, bukan manusia, bukan juga kedua orang tuamu, cintamu yang pertama kali adalah UntukNya, dan Rasulullah SAW, barulah bisa melihat kami di sini, your beloved parents. French Quarter, New Orleans Hari ini suhu di New Orleans sekitar 23 derajat dengan gerimis yang menghangatkan. Menulis sambil duduk di negara orang, United States, mendadak pikiranku menujumu, Kak. Sebuah kisah yang bisa kubagikan saat ini sebelum perjumpaan denganmu kelak, tentang bagaimana Aku melihat diriku sendiri?, tentang bagaimana sosokmu yang belum ada begitu sangat kurindukan juga? eheee. Aku menulis surat ini di tengah hiruk-pikuk kota New Orleans. Orang-orang di sekelilingku berjalan cepat, seperti dikejar waktu. Mereka hanya berhenti sejenak ketika lampu merah menyala dan di momen-momen singkat itulah, aku tiba-tiba ...

Untuk Kakak, Yang Pertama Membuka Mata - A Legacy Etched in Words

Image
Zara and her journery Shams Tabrizi pernah bilang seperti ini Kak "Kamu akan belajar dengan membaca, tapi hanya bisa memahaminya dengan cinta" , maksdunya gimana ya Kak? Iya, Kak, Kita bisa membaca sesuatu dengan akal, dengan huruf-huruf, atau dengan pengetahuan. Tapi pemahaman yang sejati, yang menyentuh hati dan mengubah hidup, hanya bisa lahir lewat cinta. Cinta yang dimaksud bukan sekadar romantis, tapi cinta yang luas. Cinta kepada Allah, cinta kepada kebenaran, cinta kepada sesama manusia, dan juga cinta pada ilmu. Tanpa cinta, bacaan hanya jadi kumpulan kata. Dengan cinta, setiap kata hidup, bergetar, dan menghadirkan makna yang lebih dalam. Jadi intinya: akal bisa membaca, tapi hanya hati yang dipenuhi cinta yang bisa benar-benar memahami. Hari ini, Indonesia sedang tidak baik-baik saja, Kak. Demonstrasi bergema di berbagai penjuru negeri. Di saat gaji DPR RI melonjak pesat, rakyat justru semakin tergilas. Ekonomi melemah, yang kaya semakin kaya, sementara yang miskin...

Silver Lining EPS 8 "A Letter to My Future Mom and Dad-in-Law": Zara and Your Son

Image
Yang terhormat Ibu dan Bapak, Semoga Ibu dan Bapak senantiasa berada dalam lindungan Allah SWT, diberikan kesehatan, keberkahan usia, dan ketenangan dalam setiap langkah. Surat ini saya tulis di tengah jeda setelah membereskan rumah, mencuci, dan menyetrika pakaian. Di sela-sela keheningan itu, pikiran saya melayang pada sosok Ibu dan Bapak, dua hati yang penuh kasih dan ketulusan. Saya membayangkan perjalanan hidup yang telah Ibu dan Bapak tempuh, penuh pengorbanan dan cinta dalam mendampingi serta membesarkan anak-anak. Saya yakin, kasih sayang yang Ibu dan Bapak curahkan tidak pernah setengah-setengah. Cinta itu selalu hadir, diam-diam menguatkan, dalam doa maupun tindakan. Melalui surat ini, izinkan saya menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas cinta tanpa syarat yang telah Ibu dan Bapak tanamkan. Terima kasih telah mendidik, membimbing, dan mencintai anak-anak dengan segenap jiwa. Saya merasa beruntung dan bersyukur atas segala cinta yang telah mengalir dari hati Ibu dan ...