Mencintai Academia Women? Hubungan Lolos Etik Tapi Gagal Quality Time
Salah satu konsekuensi yang nyaris tak tertulis namun wajib diterima adalah kehadiran untuk terus bersabar. Mencintai seorang academia woman tidak cukup bermodal keseriusan, ia juga menuntut ketenangan yang serius, sebuah paradoks yang nyata. Mengapa demikian? karena sangat mungkin kamu bukan pusat semesta. Ada riset yang belum selesai, konferensi yang menunggu deadline, jurnal yang meminta revisi ke-3, essay yang "tinggal sedikit lagi" sejak tiga minggu lalu. Ini bukan soal kamu yang kurang penting, melainkan karena bagi sebagian akademisi, knowledge never sleeps . Cara mereka berpikir, memproses informasi, dan mempertanyakan hal-hal kecil hingga ekistensial hampir selalu berbasis metode, bahkan ketika sedang jatuh cinta. Singkatnya, kamu tidak sedang bersaing dengan manusia lain, tapi dengan epistemologi dan sayangnya epistemologi jarang mau kompromi. Perempuan-perempuan itu terbiasa hidup dalam kesibukan yang menjanjikan, sebagian karena tuntutan struktural, sebagian lagi...