Belajar Motor
Misalnya, karena aku nggak bisa mengendarai sepeda motor, beberapa orang selalu memberi saran "ayo dong belajar, nanti kalo… nanti kalo suami kamu sakit gimana, siapa yang nganterin?" Jadi, karena nggak bisa motor, suamiku nggak sampai di rumah sakit? Jujur, aku muak dengan semua orang yang sering kali melihat hal tersebut sebagai 'sesuatu' yang sangat krusial.
Dalam kehidupan seseorang ada kalanya tidak semua harus dikomentari, tidak semua harus dinafkahi solusi. Bisakah kita diam sejenak, mengamati? Mungkin saja ada yang melatarbelakangi 'kenapa dia nggak mau belajar motor ya?' Pernahkah ada trauma?' Kenapa kita nggak pernah bertanya sampai sejauh dan sedalam itu? Terserah, manusia punya pendapatnya masing-masing. Iya, tapi ingat, tidak semua orang juga mau menerima masukan.
Ada hal yang lebih luas daripada sekadar menyuruh orang untuk belajar menggunakan motor. Terdengar simple untuk sebagian, buatku? Ini masalah besar. Kalau ditarik ke belakang, bagaimana rasanya ketika dulu jaman SMP sekitar tahun 2013; aku begitu ingin belajar motor, apa boleh buat saat itu dilarang, berlanjut ke masa SMA tahun 2016; kemauanku kuat untuk belajar motor, tapi masih dilarang juga, tiba masanya memasuki dunia perkuliahan; nihil, ternyata sudah belajar malah nabrak pintu, iya belajarnya sekali saja, karena dari kejadian itu, aku menarik kesimpulan 'belajar motor bukan hal yang menarik'. Belajar bahasa Inggris, belajar sains? Itu baru menyenangkan.
Ternyata, hal yang paling menantang buatku adalah 'belajar', tapi bukan belajar motor, melainkan belajar berpikir. Seiring bertambahnya usia dan kemajuan teknologi, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya atas kemunculan aplikasi ojek online. Sebetulnya, aku tidak pernah mempermasalahkan 'harga', jadi semahal apa pun asalkan aku sampai ke lokasi; it's fine for me. Aku tidak lagi dibuat susah oleh omelan orang-orang soal 'masa nggak bisa motor sih! Udah gede gini'.
Berbeda dengan adik perempuanku, Agashi namanya, dia memang bisa segalanya, sangat diandalkan. Walaupun kami kakak-adik, perbedaannya terlihat signifikan.
I know every human has their own opinion about something. They can give me many suggestions, but it doesn't mean that they control what I want. I have my path, which I chose wisely; I decide with my logical thinking. It's not just about the small area that I can't do. It's bigger than that. And they only know the surface.
Sekian, terima kasih.



Comments
Post a Comment